Gejala Kista Pada Wanita

Kista paling banyak ditemukan pada wanita menjelang masa menopause dan pascamenopause. Wanita yang sedang menjalani terapi sulih hormon juga memiliki resiko terkena kista. Untuk itu, wanita yang memiliki faktor resiko terkena kista sebaiknya melakukan pemeriksaan sedini mungkin untuk mencegah timbulnya gejala kista pada wanita serta menghindari mengonsumsi makanan yang diawetkan dan minuman yang beralkohol.

Gejala kista pada wanita tergantung letak tumbuhnya. Kista pada payudara menimbulkan nyeri di sekitar payudara. Jika diraba, ada benjolan abnormal lembut berisi cairan. Sementara kista yang timbul pada rahim dan sekitarnya, termasuk ovarium (indung telur), akan mengganggu kelancaran siklus menstruasi. Jika kista pecah, dapat menyebabkan terjadinya nyeri atau sakit diperut (bukan sakit perut biasa), bahkan sampai keluar cairan dari vagina (kista ovarium). Gejala lain antara lain ketidaknyamanan pada panggil, sakit pinggang, rasa sakit saat berhubungan seks, dan sering terjadi pendarahan rahim yang abnormal. Gejala tersebut perlu diwaspadai karena sangat mungkin hal itu adalah gejala adanya kista disekitar rahim atau ovarium. Jika gejala yang timbul ini dibiarkan dan akhirnya kista mengalami pemuntiran atau pecah, dapat menyebabkan serangan radang usus buntu.

Pemeriksaan dini gejala kista pada wanita, terutama bagi mereka yang memiliki resiko terkena kista, sangat penting dilakukan. Pemeriksaan sebaiknya langsung dilakukan pada dokter ahli, meskipun kista pada payudara dapat dilakukan sendiri seperti halnya pemeriksaan kanker payudara yang disebut dengan istilah SADARI (periksa payudara sendiri). Jika dalam pemeriksaan sendiri ditemukan adanya benjolan yang agak licin, bisa digerakkan, dan terasa agak nyeri, sebaiknya lakukan pemeriksaan lanjutan ke dokter. Di dokter dapat dilakukan pemeriksaan berupa mammografi dan USG payudara. Sementara pemeriksaan dini untuk mendeteksi kemungkinan ada tidaknya kista pada ovarium antara lain pemeriksaan darah lengkap, mammografi, USG dan CT scan.

Ramuan dan Cara menggunakan

Bahan ramuan :

  • benalu teh 10 gram
  • keladi tikus 5 gram
  • buah makasar 3 gram
  • kunyit putih 15 gram (dikonsumsi sendiri)

Cara meramu :
a. Bubukan

  • campur semua bahan menjadi satu, kecuali kunyit putih
  • tambahkan air mendidih sebanyak dua gelas
  • aduk hingga rata
  • diamkan sebentar hingga ramuan sudah bisa diminum
  • khusus kunyit putih, ramu dalam s atu gelas berisi air mendidih.

b. Bahan segar

  • Cuci semua bahan hingga bersih
  • Siapkan tempat rebusan yang terbuat dari bahan tembikar (kuali)
  • Masukkan semua bahan yang sudah dicuci ke dalam kuali
  • Tambahkan 3-4 gelas air.
  • Rebus hingga tersisa air rebusan kira-kira dua gelas
  • Dinginkan sebenatr dan masukkan ke dalam gelas jika akan diminum.

Cara menggunakan ramuan :

  • Ramuan diminum sebanyak dua kali sehari sebanyak satu gelas, yaitu pagi hari saat bangun tidur dan malam hari sebelum tidur.
  • Jika tidak suka rasa pahit, dapat ditambahkan madu asli atau gula aren asli secukupnya.
  • Ramuan kunyit putih digunakan sebagai minuman penutup setelah minum ramuan utama.

 


=====================================

>>> Obat Herbal Alami Untuk Mengobati Penyakit Kista, Miom dan Tumor, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>