Gejala Kista Endometriosis

Kista endometriosis adalah penyakit kista dimana ditandai denga suatu keadaan jaringan endometrium yang masih bisa berfungsi berada di luar cavum uteri. Gejala kista endometriosis biasanya ditandai dengan tersebarnya sudatu difus antara otot rahim, sekitar genitalia interna  dan juga umbilicus dan perineum serta juga bekas SC. Gejala umum pada penyakit kista endometriosis adalah menorragia, dismenorrea sekunder, dispareunia, metroragia, discomfort perut pada bagian bawah. Pembagian dari kista endometriosis ini dibagi menjadi dua yakni di dalam otot rahim yang disebut dengan adenominosis, dan diluar rahim disebut dengan endometriosis.

Secara kasat mata, gejala kista endometriosis ini sulit untuk dikenali karena tidak adanya suatu perbedaan fisik antara wanita yang mengalami kista endometriosis dengan wanita yang normal. Namun pada penderita penyakit kista endometriosis ini , mereka mengalami masalah haid yang berlebihan. Haid ini biasanya muncul 1-2 hari disaat menjelang haid dan bisa mencapai puncaknya pada hari ke 1-3 masa haid. Nyeri yang dirasa ini bisa disertai dengan rasa sakit kepala, mual, muntah dan nyeri perut yang hebat. Bahkan penderita juga bisa sampai berguling-guling dilantai karena merasakan sakit yang amat sangat.

Gejala kista endometriosis ini harus segera diperiksakan ke dokter, namun wanita Di Indonesia biasanya lebih sering mengatasinya dengan mengonsumsi obat-obat penghilang rasa nyeri yang tidak bisa mempengaruhi pertumbuhan dari endometriosis yang meskipun nyerinya ini hilang. Bahkan dalam jangka yang panjang, obat dari penghilang rasa nyeri ini kemudian akan merusak dari fungsi ginjal dan juga lever.

Penyakit kista karena adanya kista endometriosis ini terjadi akibat adanya suatu darah kotor yang bisa menempel di indung telur. Ada juga kasus yang bisa disebabkan karena pola makan yang tidak teratur. Kurang untuk mengonsumsi sayuran yang bisa mengganggu terjadinya aktivitas hormonal tubuh sehingga bisa menimbulkan masalah kista. Kalangan medis biasanya bisa melakukan tindakan operasi untuk menghambat terjadinya dan mengangkat masalah kista yang terus tumbuh ini hingga berukuran 15 cm. resikonya adalah indung telur akan harus diangkat sehingga bisa mengakibatkan masalah infertilitas spontan.

Posted in Gejala Kista | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Kista Pada Wanita

Kista paling banyak ditemukan pada wanita menjelang masa menopause dan pascamenopause. Wanita yang sedang menjalani terapi sulih hormon juga memiliki resiko terkena kista. Untuk itu, wanita yang memiliki faktor resiko terkena kista sebaiknya melakukan pemeriksaan sedini mungkin untuk mencegah timbulnya gejala kista pada wanita serta menghindari mengonsumsi makanan yang diawetkan dan minuman yang beralkohol.

Gejala kista pada wanita tergantung letak tumbuhnya. Kista pada payudara menimbulkan nyeri di sekitar payudara. Jika diraba, ada benjolan abnormal lembut berisi cairan. Sementara kista yang timbul pada rahim dan sekitarnya, termasuk ovarium (indung telur), akan mengganggu kelancaran siklus menstruasi. Jika kista pecah, dapat menyebabkan terjadinya nyeri atau sakit diperut (bukan sakit perut biasa), bahkan sampai keluar cairan dari vagina (kista ovarium). Gejala lain antara lain ketidaknyamanan pada panggil, sakit pinggang, rasa sakit saat berhubungan seks, dan sering terjadi pendarahan rahim yang abnormal. Gejala tersebut perlu diwaspadai karena sangat mungkin hal itu adalah gejala adanya kista disekitar rahim atau ovarium. Jika gejala yang timbul ini dibiarkan dan akhirnya kista mengalami pemuntiran atau pecah, dapat menyebabkan serangan radang usus buntu.

Pemeriksaan dini gejala kista pada wanita, terutama bagi mereka yang memiliki resiko terkena kista, sangat penting dilakukan. Pemeriksaan sebaiknya langsung dilakukan pada dokter ahli, meskipun kista pada payudara dapat dilakukan sendiri seperti halnya pemeriksaan kanker payudara yang disebut dengan istilah SADARI (periksa payudara sendiri). Jika dalam pemeriksaan sendiri ditemukan adanya benjolan yang agak licin, bisa digerakkan, dan terasa agak nyeri, sebaiknya lakukan pemeriksaan lanjutan ke dokter. Di dokter dapat dilakukan pemeriksaan berupa mammografi dan USG payudara. Sementara pemeriksaan dini untuk mendeteksi kemungkinan ada tidaknya kista pada ovarium antara lain pemeriksaan darah lengkap, mammografi, USG dan CT scan.

Ramuan dan Cara menggunakan

Bahan ramuan :

  • benalu teh 10 gram
  • keladi tikus 5 gram
  • buah makasar 3 gram
  • kunyit putih 15 gram (dikonsumsi sendiri)

Cara meramu :
a. Bubukan

  • campur semua bahan menjadi satu, kecuali kunyit putih
  • tambahkan air mendidih sebanyak dua gelas
  • aduk hingga rata
  • diamkan sebentar hingga ramuan sudah bisa diminum
  • khusus kunyit putih, ramu dalam s atu gelas berisi air mendidih.

b. Bahan segar

  • Cuci semua bahan hingga bersih
  • Siapkan tempat rebusan yang terbuat dari bahan tembikar (kuali)
  • Masukkan semua bahan yang sudah dicuci ke dalam kuali
  • Tambahkan 3-4 gelas air.
  • Rebus hingga tersisa air rebusan kira-kira dua gelas
  • Dinginkan sebenatr dan masukkan ke dalam gelas jika akan diminum.

Cara menggunakan ramuan :

  • Ramuan diminum sebanyak dua kali sehari sebanyak satu gelas, yaitu pagi hari saat bangun tidur dan malam hari sebelum tidur.
  • Jika tidak suka rasa pahit, dapat ditambahkan madu asli atau gula aren asli secukupnya.
  • Ramuan kunyit putih digunakan sebagai minuman penutup setelah minum ramuan utama.

 

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kista

Kista adalah kantung abnormal yang berisi cairan abnormal yang tumbuh tak hanya di indung telur (ovarium) atau ujung-ujung saluran telur (fimbria), tapi juga dikulit, paru-paru, bahkan otak. Menurut Dr. dr. T.Z. Jacoeb, SpOG-KFER, pendeteksian kista pada awal kehamilan harus akurat. Sebab, secara sepintas bentuk kista ovarium mirip dengan bentuk badan kuning (corpus luteum/CL). CL adalah sisa sarang sel telur yang memang ada saat kehamilan. Kalau CL diambil karena disangka sebagai kista ovarium (indung telur), maka bisa terjadi keguguran, karena CL berfungsi mempertahankan fungsi hormone semasa kehamilan muda. Kelak setelah plasenta terbentuk sempurna, maka fungsi ini akan diambil alih oleh plasenta. Jadi, lanjut spesialis kandungan dari Klinik Sam Marie Pondok Bambu, Jakarta ini, bila dari pemantauan USG terlihat kantung besar di indung telur pada kehamilan muda, belum tentu itu kista ovarium.

Kemungkinan adalah CL. Penyebab munculnya kista ovarium (indung telur) antara lain adalah kegagalan kantong telur (folikel) berovulasi. Seperti diketahui, dalam siklus reproduksi wanita, satu kantong telur dalam indung telur akan mengalami ovulasi setiap bulannya. Ovulasi adalah keluarnya sel telur dari folikel untuk kemudian ditangkap fimbria dan ditempatkan di saluran telur (tuba falopi) dan siap untuk dibuahi jika bertemu sperma. Selanjutnya folikel yang telah kehilangan sel telur disebut CL secara normal akan mengalami degenerasi, hilang diserap oleh tubuh. Sayangnya proses keluarnya sel telur dari dalam folikel mungkin mengalami kegagalan. Nah, jika kerap terjadi seperti itu lama-kelamaan kantong telur yang gagal berovulasi dapat berubah menjadi kista.

Tetapi kista ini dapat lenyap sendiri, dan disebut kista fungsional. Jika tidak hilang dan makin membesar disebut kista patologis (abnormal) atau kista sejati. Disebut kista jika ukurannya mencapai lebih dari 3 cm. Penyebab lainnya adalah kegagalan penyerapan CL oleh tubuh. Jalan terbaik pada kehamilan muda, tunda tindakan pengangkatan hingga kehamilan berusia 14 minggu. Pada saat itu CL mestinya sudah menghilang. Namun bila melalui pemeriksaan USG diketahui masih ada kantong kista tersebut, ini menandakan ibu hamil memang memiliki kista indung telur.

Posted in Gejala Kista | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Kista Vagina

Kebanyakan wanita dengan kanker ovarium tidak menimbulkan gejala dalam waktu yang lama. Gejala umumnya sangat bervariasi dan tidak spesifik

Kista Pada Vagina

Pada stadium awal gejalanya dapat berupa :

- Gangguan haid
- Jika sudah menekan rectum atau VU mungkin terjadi konstipasi atau sering berkemih
- Dapat terjadi peregangan atau penekanan daerah panggul yang menyebabkan nyeri spontan dan sakit diperut
- Nyeri saat bersenggama
- Pada stadium lanjut
- Asites
- Penyebaran ke omentum(lemak perut) serta organ-organ di dalam perut (usus dan hati)
- Perut membuncit, kembung, mual, gangguan nafsu makan
- Gangguan buang air besar dan kecil
- Sesak nafas akibat penumpukan cairan di rongga dada

Diagnosa yang muncul :

1. Gangguan harga diri berhubungan dengan masalah tentang ketidaknyamanan mempunyai anak, perubahan feminitas dan efek hubungan seksual
2. Disfungsi seksual, resiko tinggi terhadap kemungkinan pola respon seksual, contoh ketidaknyamanan / nyeri vagina
3. Eliminasi urinarius, perubahan / retensi berhubungan dengan adanya edema pada jaringan local
4. Nyeri berhubungan dengan prases penyakit (penekanan/kompresi) jaringan pada organ ruang abdomen.

Jika diagnosa yang diambil adalah nyeri berhubungan dengan proses penyakit (penekanan/kompresi) jaringan pada organ ruang abdomen maka klien dapat mengontrol nyeri yang dirasakan / nyeri berkurang setelah dilakukan tindakan keperawatan.

Kriteria hasil :

- Klien mengatakan nyeri hilang / berkurang
- Ekspresi wajah rileks
- Klien dapat menggambarkan keadaan nyeri minimal atau tidak ada.
- Klien mampu melakukan teknik relaksasi dan distraksi saat nyeri timbul
- Tanda-tanda vital dalam batas normal

Intervensi :

a. Identifikasi karakteristik nyeri dan tindakan penghilang nyeri

- Informasi memberikan data dasar untuk evaluasi kebutuhan / keefektifan intervensi

b. Berikan tindakan kenyamanan dasar (reposisi, gosok punggung), hiburan dan lingkungan

- Meningkatkan relaksasi dan membantu pasien focus kembali ke perhatian

c. Ajarkan teknik relaksasi

- Partisipasi pasien secara aktif dan meningkatkan rasa kontrol

d. Kembangkan rencana manajemen nyeri antara pasien dan dokter

- Mengembangkan kesempatan kontrol nyeri

e. Berikan analgesic sesuai resep

- Mengurangi nyeri

Keterlambatan mendiagnosis kanker ovarium sering terjadi karena letak ovarium berada didalam rongga panggul sehingga tidak terlihat dari luar. Biasanya kanker ovarium ini dideteksi lewat pemeriksaan dalam. Bila kistanya sudah membesar maka akan teraba ada benjolan. Jika dokter menemukan kista, maka selanjutnya akan dilakukan USG untuk memastikan apakah ada tanda-tanda kanker atau tidak.

Kemudian dibutuhkan pemeriksaan lanjutan dengan mengambil jaringan (biopsy) untuk memastikan kista tersebut jinak atau ganas. Ini bisa dilakukan dengan laparakopi, melalui lubang kecil diperut. Pemeriksaan lainnya dengan CT Scan dan tumor marker dengan pemeriksaan darah.

Kista yang besar bisa menimbulkan kelainan letak janin dalam kandungan, atau menghalangi turunnya kepala di jalan lahir pada waktu persalinan. Oleh karena itu bila ditemukan kista permanen yang besar, maka perlu tindakan pembedahan pada kehamilan sekitar 18minggu. Bila kista yang besar tersebut tidak menghalangi jalan lahir atau tidak menimbulkan gejala sakit, operasi dapat dilakukan 3 bulan setelah ibu melahirkan. Jadi, tindakan yang diambil dokter sangat ditentukan oleh jenis kista, ukuran dan letanya di jalan lahir serta keluhan dari ibu hamil itu sendiri.

Posted in Gejala Kista | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Tanda Dan Gejala Kista

Kista dapat memberikan berbagai keluhan seperti nyeri sewaktu haid, nyeri perut bagian bawah, sering merasa ingin buang air besar atau kecil, dan pada keadaan yang sudah lanjut dapat teraba benjolan pada daerah perut. Untuk jenis kista folikel, biasanya tidak memberikan rasa nyeri, sehingga kebanyakan penderita tidak menyadarinya. Namun, jika kista pecah, misalnya saat berhubungan seksual, penderita akan merasa nyeri yang bertambah

Berbeda dengan kista yang ada di organ tubuh lainnya, kista di ovarium atau indung telur bisa hilang dengan sendirinya. Kista yang bentuknya seperti kantung-kantung berisi caritan ini sebenarnya merupakan hasil ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) yang normal terjadi setiap bulan saat seorang perempuan mengalami menstruasi. Kista itu biasaya akan menghilang dengan sendirinya. Namun kadangkala kista tersebut bisa saja justru terus berkembang dan semakin membesar. Bahkan, muncul kista-kista lain yang tidak ada kaitannya dengan proses ovulasi.

Kista seperti itulah yang perlu diwaspadai sehingga dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui apakah berbahaya atau tidak, serta menentukan penanganan yang harus dilakukan. Kista yang normal (fisiologis) dengan tidak (patologis) bisa dilihat dari diameternya melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG). Kista yang fisiologis berdiameter kurang dari lima sentimeter dan bukan cairan biasa, misalnya yang teradi pada kista endometriosis. Kista yang fisiologis umumnya akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu tiga bulan. Namun tetap harus diamati apakah kista tersebut mengalami pembesaran atau tidak.

Pada yang patologis pembesaran bisa terjadi relative cepat, yang kadang tidak disadari si penderita. Karena, kista tersebut sering muncul tanpa gejala seperti penyakit umumnya. Itu sebabnya diagnosa awalnya agak sulit dilakukan. Gejala-gejala seperti perut yang agak membuncit serta bagian bawah perut cukup besar. Jika sudah demikian biasanya perlu dilakukan tindakan pengangkatan melalui proses laparoskopi, sehingga tidak perlu dilakukan pengirisan di bagian perut penderita. Setelah diangkat, pemeriksaan rutin tetap perlu dilakukan untuk mengetahui apakah kista itu akan muncul kembali atau tidak.

Perempuan yang memiliki kista didalam ovariumnya akan mengalami gejala-gejala sebagai berikut :

1. Mengalami menstruasi yang tidak teratur, abnoral, dan rapat secara periode
2. Terdapat masa absen, biasanya (tetapi tidak selalu) terjadi setelah satu atau lebih masa mentruasi normal
3. Timbul jerawat yang parah dan sangat mengganggu
4. Ukuran payudara mengalami penyusutan
5. Mengalami perkembangan pada karakteristik lelaki (virilization), seperti tumbuh rambut di sekujur tubuh dan wajah, suara berubah menjadi keras dan dalam, ukuran clitoris membesar
6. Diabetes
7. Rambut menjadi lebih tebal seperti layaknya lelaki
8. Mandul atau tidak mepunyai keturunan meski sudah melakukan pengobatan
9. Kandungan hormone insulin sangat sedkit
10. Mengalami kegemukan, obesitas

Tes-tes yang dapat dilakukan untuk menentukan apakah seorang perempuan mempunyai kista di dalam ovariumnya :

1. Abdominal ultrasound
2. Abdominal MRI
3. Biopsy of the ovary
4. Estrogen level
5. Fasting glucose and insulin levels
6. FSH levels
7. Male hormone (testosterone) levels
8. Urine 17-ketosteroids
9. Vaginal ultrasounds

Tes darah yang dilakukan :

- Pregnancy test (serum HCG)
- Proactin levels
- Throd function test

Tidak seperti kista folikel, kista korpus luteum umumnya memberikan nyeri hanya pada satu sisi dari perut bagian bawah. Penderita juga mengalami perubahan pola haid, misalnya terlambat haid atau pendarahan diantara periode haid. Pendarahan vagina yang hebat dan tidak teratur jika berlangsung kronik dapat berakibat pada anemia. Nyeri perut yang timbul biasanya hebat dan dapat disertai mual dan muntah. Pembesaran perut juga sering terjadi pada beberapa jenis kista yang cenderung tumbuh makin besar.

Yang perlu diketahui, kehamilan dapat mempengaruhi kista. Demikian pula kista dapat memengaruhi kehamilan. Ada pendapat yang menyebutkan bahwa kista tidak akan membesar selama kehamilan. Ada pendapat yang menyebutkan bahwa kista tidak akan membesar selama kehamilan, tapi pada kenyataannya tidak. Kista sangat mungkin terus berkembang selama ibu mengandung karena hormon-hormon pada masa kehamilan dapat menjadi pemicu bertambah besarnya kista. Kista dapat menyebabkan letak janin didalam rahim menjadi abnormal. Semestinya memasuki trimester akhir, posisi janin sudah menuju jalan lahir. Namun karena terdesak ole kista maka letaknya jadi melintang atau miring. Akibatnya, tentu saja dapat memengaruhi proses persalinan. Meski begitu, jangan buru-buru beranggapan kista harus segera diangkat. Pengangkatan kista bergantung dari besarnya kista dan usia kehamilan. Bila saat ukurannya mencapai 3-4cm keberadaan kista sudah diketahui sejak dini maka dapat dilakukan pengangkatan kista saat kehamilan sudah memasuki usia 14 minggu.

Pengangkatan kista pada usia kehamilan 14 minggu ini relative aman sebab plasenta sudah terbentuk dengan sempurna sehingga dapat mengambil alih fungsi ovarium untuk mempertahankan hormone-hormon pada masa kehamilan. Sebaliknya, bila pengangkatan kista ditunda justru beresiko ibu mengalami keguguran bila kista pecah atau terpuntir. Karena, kondisi itu dapat menimbulkan rasa melilit dan nyeri yang sangat. Operasi pengangkatan kista sendiri tidak akan berdampak pada janin karena keduanya berada di tempat yang berbeda. Kista berada di ovarium sementara janin ada dirahim. Namun bila kista baru diketahui saat kehamilan trimester kedua sebaiknya dilakukan observasi atau pegamatan terlebih dahulu. Bila ukurannya tetap (karena posisinya sudah tertekan oleh uterus), maka pengangkatan kista (operasi) dapat dilakukan setelah melahirkan. Apalagi bila ini adalah kehamilan yang pertama bagi si ibu dan ingin melahirkan normal. Namun dalam kondisi darurat, bila tiba-tiba kista pecah, umpamanya, operasi pengangkatan harus segera dilaksanakan. Untuk itulah disarankan waspadai rasa nyeri yang tak tertahankan sebaiknya segera hubungi dokter yang ahli, karena dikhawatirkan kistanya terpuntir atau pecah. Tentunya kondisi ini perlu pengawasan intensif dari dokter.

Kista dibedakan menjadi 2, yakni kista fisiologis dan patologis. Kista fisiologis akan menghilang pada saat siklus haid yang akan datang. Sedangkan kista patologis tidak akan hilang pada siklus haid berikutnya. Untuk mengetahui apakah kista tersebut akan menjadi ganas atau tidak, akan dilakukan pemeriksaan darah atau USG Color Doppler (warna). Dengan alat tersebut dapat diketahui arus darah yang mengalir ke kista, apakah cenderung kearah ganas atau tidak.

Pemicu terjadinya kista pada perempuan, salah satunya adalah makanan berlemak. Ketidakseimbangan asupan lemak dapat meningkatkan kadar hormone testosterone dalam tubuh. Akibatnya, hormone estrogen dalam tubuh tidak bisa bekerja dengan baik. Inilah yang dapat memudahkan tumbuhnya kista, miom, dan lainnya. Kista patologis dapat dibedakan berdasarkan isinya.

Pertama, kista serosum. Isinya berupa cairan bening yang menyerupai air perasan kunyit. Jenis kista ini sering berkembang menjadi ganas, yaitu kanker indung telur atau kanker ovarium. Pendeteksian kista ini pada kehamilan harus akurat karena bentuknya menyerupai badan kuning(corpus luteum/CL).

Kedua, kista musinosum. Isinya berupa lendir kental yang lengket menyerupai ingus. Seperti halnya kista serosum, kista ini pun akan membesar akibat adanya kehamilan. Penanganan kista ini harus ekstra hati-hati karena jika sampai pecah, cairannya dapat membuat lengket organ-organ di dalam perut.

Ketiga, kista dermoid. Isinya menyerupai mentega dan kandungan lainnya seperti jaringan rambut, gigi, tulang atau sisa-sisa kulit janin. Dermoid timbul dari sisa-sisa sel embrio yang terpental ke organ genital.

Keempat, kista endometriosis yang berasal dari penyimpangan sel-sel selaput perut yang disebut peritoneum karena pengaruh percikan darah haid yang membalik ke dalam rongga perut. Pencetusnya bisa karena infeksi kandungan menahun. Paling banyak bersarang pada indung telur. Gejala Krista ini sangat khas karena berkaitan dengan haid. Indung telur yang mengalami endometriosis akan mengembang dan bertambah besar saat haid. Karenanya, penderita endometriosis sering mengalami nyeri haid.

Posted in Gejala Kista | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment